Mengenal Ayam Yellow Pheasant dan Cara Budidayanya


Salah satu jenis ayam pegar/ pheasant yang bulunya sangat menarik yaitu jenis yellow pheasant/ pegar kuning. Mungkin sebagian besar orang masih bingung bagaimana cara memeliharanya. Ada juga yang menduga tingkat kesulitan dalam merawatnya cukup tinggi.  Padahal jika kita mengetahui dengan belajar pada peternak yang sudah berpengalaman, memelihara ayam pegar kuning tidaklah sesulit seperti yang kita duga pada awalnya.

Pegar Kuning termasuk salah satu jenis ayam pegar yang mendapatkan tempat tersendiri di hati penggemar ayam hias karena warnanya yang sangat menarik. Seperti namanya warna ayam ini didominasi warna kuning di sekujur bulunya.

Baca juga:

Membudidayakan Ayam Bekisar Yang Menguntungkan
Mengenal Ayam Hutan Hijau

Peluang

Ayam Yellow pheasant termasuk salah satu jenis ayam pheasant/ayam pegar. Saat ini karena mulai mengalami kepunahan maka dilakukan berbagai penangkaran/ pemeliharaan. Harganya yang cukup mahal menjadikan usaha ternak mereka belum banyak dilakukan orang.

Saat ini peternak ayam pheasant masih didominasi peternak dari pulau Jawa. Belum banyaknya peternak yang memeliharanya salah satunya karena harganya yang terhitung cukup mahal jadi peternak terkadang berfikir dengan modalnya yang cukup besar. Padahal pangsa pasar di penjualan ayam pheasant ini tergolong masih luas. Peminat dari berbagai pulau seperti pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua cukup tinggi. Sehingga merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Perekonomian yang makin membaik akan meningkatkan daya beli masyarakat. Ditunjang dengan gaya hidup yang makin berubah. Orang mulai menyisihkan penghasilannya untuk hobi yang sangat menarik dan membutuhkan biaya yang besar. Untuk itu merupakan peluang yang sangat bagus. Apalagi pemeliharaan ayam pheasant dapat dipelajari dari peternak yang lebih dahulu berpengalaman. Makanan yang dibutuhkan mudah didapatkan disekitar kita, sehingga kita tidak perlu khawatir ayam pheasant kita akan kekurangan stok makanan.

Kelebihan Ayam Pegar Kuning

Sekarang ini pegar kuning sudah mulai banyak dikembangkan di masyarakat luas. Dengan memiliki lahan yang terbatas pun bukan menjuadi penghalang untuk dapat memelihara pegar kuning ini. Apalagi jenis makanan yang mereka konsumsi dapat dengan mudah kita dapatkan di sekitar tempat tinggal kita. Keunggulan pegar kuning ini adalah daya tahan yang tinggi terhadap serangan penyakit dibandingkan unggas lainnya. Mereka juga termasuk agresif yang justru menguntungkan peternak karena ayam menjadi mudah beradaptasi terhadap lingkungan baru serta tidak gampang stress.

Untuk menjinajkkan mereka memang butuh ketelatenan. Saat memberi makan, kita bisa meletakkan makanan diatas tangan kita dan memberikannnya langsung pada ayam kita. Dengan begitu ayam akan terbiasa dengan kehadiran kita dan lambat laun akan jinak saat kita dekati.

Makanan Ayam Pegar Kuning

Makanan ayam pegar kuning sama seperti ayam pegar lainnya. Mereka makan voer atau BR dan sebagai selingan bisa diberikan berbagai bij-bijian seperti jagung giling, beras merah giling juga serangga, cacing hongkong, bekicot atau keong dicincang halus, ikan dan jangkrik dengan pemberian setiap 3 hari sekali. Jika mempunyai pepaya matang bisa diberikan. Mereka tidak terlalu sulit dalam mengkonsumsi yang dimakannya setiap hari. Hanya saja air minum yang bersih wajib selalu tersedia di dalam kandang.

Menggunakan Kandang Setengah Terbuka

Selain itu kebersihan kandang sangat penting agar kesehatan ayam pegar kuning selalu terjaga. Luas kandang juga menentukan tingkat kenyamanan mereka. Sebaiknya luas minimal kandang sekitar 2m x2m dengan ketinggian minimal 2 m. Lantai kandang bisa menggunakan pasir putih atau berlantaikan tanah biasa. Didalam kandang terdapat tempat bertengger ayam.

Sebaiknya kandang bertipe setengah terbuka dimana ada tempat berteduh namun air hujan dapat masuk. Perlu diketahui bahwa mereka sangat menyukai air sehingga pada saat hujan turun, mereka hujan-hujanan sambil bermain air.

Cara Budidaya

Untuk mendapatkan anakan yang berkualitas diperlukan dengan cara polygami dimana 1 jantan dapat mengawini beberapa betina. Perkawinan dapat diatur jadi tidak dalam sekali waktu diletakkan di dalam kandang namun diatur satu pasang dalam satu kandang. Setelah itu betina dapat diganti dengan yang lain. Begitu seterusnya sehingga seluruh betina dapat dibuahi jantannya.

Ayam pheasant berbeda dengan ayam pada umumnya yang dapat diletakkan dalam satu kandang dengan komposisi 1 jantan dengan 4-5 betina karena sifat ayam pheasant yang mempunyai kecenderungan kanibalisme bila di letakkan dalam satu kandang. Sifat kanibalisme itu muncul apabila asupan protein mereka berkurang. Saat kita merawat mereka, pastikan asupan protein mereka tercukupi.

Ayam yellow pheasant bertelur dalam jumlah yang cukup banyak bisa mencapai sekitar 15 butir dalam satu kali masa bertelur. Seperti yang kita ketahui, jenis pheasant kurang begitu pandai dalam mengarami dan mengasuh anak-anak mereka untuk itu begitu mereka bertelur, telur dapat kita titipkan pada indukan ayam lain atau dimasukkan ke dalam mesin penetas. Waktu yang dibutuhkan telur yellow pheasant untuk dapat menetas sekitar 23 hari.

Setelah kita mengetahui sedikit seluk beluk tentang pegar kuning, kini anda sudah saatnya anda tidak ragu lagi untuk memeliharanya di rumah bukan? Ayam pegar kuning dapat menjadi ayam hias favorit keluarga dan disayangi seluruh anggota keluarga di rumah.

Previous
Next Post »

Mari berdiskusi di kotak komentar, terimakasih. Salam penghobi ayam. ConversionConversion EmoticonEmoticon